STATUS FAALI Juni 21, 2008
Posted by feylana in Fisiologi Ternak.trackback
Respirasi
Sistem respirasi disebut juga sistem pulmoner karena yang dimaksud hanyalah struktur yang terlihat dalam pertukaran gas atau sistem external. Respirasi pada unggas digunakan juga sebagai media untuk pembuangan panas. Respirasi bergantung pada pergerakan udara ke dan dari paru-paru (Frandson,1992).
Paru-paru yang normal akan menghasilkan bunyi yang disebut murmur vesikuler, paru-paru yang tidak normal dapat menimbulkan suara keras yang disebut rales atau tidak menimbulkan suara sama sekali bergantung pada kondisinya. Respirasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu respon fisiologis akibat berubahan temperatur lingkungan, temperatur lingkungan, suhu tubuh, ukuran tubuh dan keadaan bunting (Smith, 1988).
Tabel I.1. Tabel kisaran normal respirasi pada berbagai ternak.
|
Hewan |
Rata-rata respirasi (kali/menit) |
Kisaran (kali/menit) |
|
Unggas |
23 |
15-40 |
|
Kambing |
19 |
26-54 |
|
Sapi |
20 |
24-42 |
|
Kelinci |
- |
37 |
(Smith, 1988)
Pulsus
Pulsus atau gelombang pulsus merupakan gelombang yang terjadi akibat naiknya tekanan sistole mulai dari jantung dan kemudian menjalar sepanjang arteri dan kapiler. Fraksi khusus hewan besar kurang di banding hewan kecil karena metabolisme pada hewan yang bertubuh kecil semakin tinggi. Faktor yang mempengaruhi pulsus adalah temperartur lingkungan, pakan, aktifitas latihan otot, dan tidur (Ganong, 1981)
Tabel I.2. Tabel Kisaran pulsus pada berbagai hewan ternak.
|
Hewan |
Rata-rata pulsus (kali/menit) |
Kisaran (kali/menit) |
|
Sapi |
65 |
60-70 |
|
Kambing |
90 |
70-135 |
|
Kelinci |
205 |
123-304 |
|
Ayam |
225 |
180-450 |
(Smith, 1988)
Temperatur rektal
Temperatur rektal digunakan sebagai ukuran temperatur suhu tubuh karena pada suhu rektum merupakan suhu yang optimal. Hewan homoiterm sudah mempunyai pengatur panas tubuh yang telah berkembang biak. Temperatur rektal pada ternak dipengaruh beberapa faktor yaitu temperatur lingkungan, aktivitas, pakan, minuman, dan pencernaan. Produksi panas oeh tubuh secara tidak langsung bergantung pada makanan yang diperolehnya dan banyaknya persediaan makanan dalam saluran pencernaan. Temperatur tubuh pada unggas berkisar antara 39ºC hingga 41ºC. pada suhu kurang dari 80ºC, pembuangan panas tubuh dilakukan dengan radiasi, konveksi, konduksi, dan seluruh permukaan tubuh ayam. Temperatur udara lingkungan lebih dari 80ºC. Pembuangan panas dilakukan dengan penguapan air lewat saluran pernafasan yang dilakukan secara cepat (Yuwanta, 2000). Temperatur rektal pada ternak dipengaruhi beberapa faktor yaitu temperatur lingkungan, aktifitas, pakan, minuman, dan pencernaan produksi panas oleh tubuh secara tidak langsung tergantung pada makanan yang diperolehnya dan banyaknya persediaan makanan dalam saluran pencernaan (Duke’s, 1995).
Daftar Pustaka
Duke’s. 1985. Physiology of Domestic Animal Comstock Publishing : New York University Collage, Camel.
Fradson, R.D. 1996. Anatomi dan Fisiologi Ternak Edisi III. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta
Ganong. 1981. Receive of Legical Physiology.Large Medical Publishing,Calivornia.
Smith, J. J dan J. P Kamping. 1988. Sirkulatory physiology. 2nd edition. Baltimore, wiliam and wilkins
Yuwanta, Tri.2000. Dasar Ternak Unggas.Kanisius, Yogyakarta.
Komentar»
No comments yet — be the first.